MALANGTIMES - M, oknum takmir masjid kampung Betek, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mengakui dugaan pelecehan yang dialamatkan kepada dirinya. Dia mengakui telah menyetubuhi Melati (16) di kawasan Masjid yang ada di kawasan Betek sebanyak tiga kali.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, SIK, MH, saat ditemui di Polres Malang Kota (9/9/2019). "Pengakuan pelaku sebanyak tiga kali. Saat ini kami juga masih melakukan kegiatan Visum et Repertum (VeR) untuk pembuktian lebih lanjut," jelas Dony.

Saat ini, pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga terus melakukan pendalaman mengenai, apakah masih terdapat korban lain dari pelaku. "Di sini kami tegaskan memang masih penyidikan. Kasih kesempatan kami untuk pengembangan," ungkapnya.

Pihak kepolisian sendiri juga telah mengorek keterangan dari korban, mengenai benar tidaknya pelaku M menyetubuhi pelaku sebanyak tiga kali. "Setelah kita lakukan pendekatan secara emosional dengan teknik-teknik yang sesuai dengan UU Perlindungan Anak, korban juga mengakui jika pelaku telah menyetubuhinya sebanyak tiga kali," paparnya

Aksi perbuatan bejat M tersebut, dilaporkan oleh ayah korban yang tak lain merupakan rekan dari M. M sendiri saat ini masih mendekam di sel jeruji besi Polres Malang Kota.

Sementara itu, mengenai kejadian persetubuhan itu, dari keterangan pelaku M, bermula karena korban yang seringkali curhat kepada pelaku. Kesempatan tersebut, kemudian dilakukan untuk menyetubuhi Melati.

Namun, terdapat modus lain masih yang terus diperkuat, yakni informasi mengenai pelaku yang menggoda atau merayu korban agar mau berhubungan badan.

Sebelumnya, M, takmir masjid di Kampung Betek, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditangkap Polisi (7/9/2019). Penangkapan M bermula setelah ia diketahui melakukan persetubuhan dengan Melati (16) yang juga warga kawasan Kelurahan Penanggungan, Kota Malang.