MALANGTIMES - Gambaran bumi datar ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi (3D) dalam karya berjudul The Flat Earth Society karya Anni Paraswati dan kawan-kawan. 

Tampak pulau-pulau yang mengambang di lautan dengan berlapis-lapis langit dengan matahari dan bulan yang sejajar. Karya tersebut menjadi satu dari ratusan karya mahasiswa yang dipamerkan dalam Designoholic 8.0. 

Berlangsung di Dilo (Digital Inovation Lounge) Malang, selama dua hari beragam karya diskomvis karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2017 dan 2018 dipamerkan. Mulai dari visual merchandising, reproduksi korporat, videografi, metodologi desain, dan lain-lain. 

Salah satu karya metodologi desain misalnya milik Mochammad Fasha Vyasha yang berjudul Perancangan Pasta Gigi Tanpa Kemasan untuk Konsumen Pecinta Lingkungan. Karya itu muncul karena penggunaan kardus dalam kemasan pasta gigi dianggap tidak memiliki fungsi khusus dan hanya menjadi sampah. 

Panitia kegiatan, Citra Wisan CN mengungkapkan bahwa pameran tersebut merupakan agenda tahunan mahasiswa jurusan DKV UM. "Karya-karya yang ditampilkan ini adalah hasil project tahunan maupun tugas mata kuliah yang dibuat oleh mahasiswa. Tidak ada tema khusus yang diangkat, tetapi lebih untuk mengenalkan karya-karya diskomvis," ujarnya. 

Menurut Citra, pameran tersebut menampilkan ratusan karya dari ratusan mahasiswa. Baik karya individual maupun karya kelompok. Karya-karya tersebut, juga menunjukkan universalitas dan karya terbaik mahasiswa. 

"Ada yang membuat screening film, digital painting, fotografi, poster, sience system, logo, paper art, sablon baju, ukir kayu, dan lain-lain," sebut mahasiswi asal Jawa Tengah itu.

Salah satu peserta pameran, Aurora Aprilia mengungkapkan bahwa selain pameran para mahasiswa juga menggelar serangkaian workshop. Di antaranya dengan materi seputar desain layout dan portofolio review, juga terkait konsep dan konteks desain. 

"Ada karya-karya yang merupakan terapan dari reproduksi grafika. Segala bentuk dokumen dengan proses apa saja yang menggunakan cahaya, panas, atau radiasi listrik, seperti fotokopi, grafir, cetak biru, dan cetak tinggi seperti ukiran kayu dengan teknik las," sebutnya. 

Juga ada yang merupakan karya-karya yang mengangkat bidang Identitas Korporat. "Salah satu terapan ilmu DKV kan untuk membuat Identitas Korporat, membuat identitas yang membedakan antara satu perusahaan (produk) dengan perusahaan lainnya, dan bisa berfungsi sebagai penanaman citra atau image yang bisa menjadikan sebagai daya tarik," paparnya.