Ramai terkait perlakuan tak manusia China atas muslim Uighur, Mesut Ozil lemparkan kritik keras (Newsweek)
Ramai terkait perlakuan tak manusia China atas muslim Uighur, Mesut Ozil lemparkan kritik keras (Newsweek)

MALANGTIMES - Tagar #IndonesiaStandsWithUyghur merajai dunia maya. Setelah ramai diberitakan bahwa organisasi Islam yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, media Indonesia, hingga akademisi, telah dibujuk China untuk tak lagi mengkritik dugaan persekusi yang diterima etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.


Bahkan laporan the Wall Street Journal (WSJ) memaparkan China mulai menggelontorkan sejumlah bantuan dan donasi terhadap ormas-ormas Islam tersebut setelah isu Uighur kembali mencuat ke publik pada 2018 lalu. Isu penahanan satu juta Muslim di kamp penahanan layaknya kamp konsentrasi di Xinjiang.
Hal itu yang menyentak masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. NU dan Muhammadiyah pun menepis adanya tuduhan media asing tersebut, masyarakat pun beraksi melalui kekuatan jempolnya mengusung tagar  #IndonesiaStandsWithUyghur.
Semakin viral, saat pesebakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil pun tak tahan untuk berdiam diam. Pemain Arsenal ini terlihat kesal dengan berbagai pemberitaan media serta sikap diam negara-negara Islam terhadap peristiwa Uighur.
"(Di China) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah-sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Terlepas dari semua ini, Muslim tetap diam," tulis eks gelandang Real Madrid Ozil di akun Instagramnya, @m10_official.
Tak berhenti di sana, Ozil pun menuliskan, "Orang-orang Muslim diam. Suara mereka tidak terdengar," dengan tulisan yang berlatar belakang bidang biru dengan bulan sabit putih, bendera yang oleh separatis Uighur disebut sebagai Turkistan Timur.
Kritik keras Ozil ini pun jadi sumbu ledak warganet. Beramai-ramai mereka memberikan apresiasi sekaligus kritik keras pada pemerintah dan berbagai ormas keagamaan mengalir dalam tagar #IndonesiaStandsWithUyghur.
Akun @Cobeh09 menciutkan, "Kenapa Ada Pemerintah & Pemuka Agama Yang Tak Peduli Dengan Jeritan Muslim Uyghur. Karena....Mereka Bukan Mulim Sejati Mereka Tak Menyembah Allah Mereka Menyembah Uangnya China Mereka Tak Takut Pada Allah Tapi Takut Pada China.- Tahir Amin," tulisnya, Minggu (15/12/2019).
@V3lias juga menuliskan, "Siapa BERANI BELA UYGHUR secara terbuka? BUKTIKAN bahwa yg ditulis oleh Wall Street Journal adalah SALAH," cuitnya.
Kritik Ozil atas kesan diamnya negara-negara Islam atas perlakuan China terhadap minoritas warga Uighur, juga dipakai warganet untuk menyindir Indonesia. 
@Si_Bee :"Mesut Ozil Lagi Nyindir Indonesia Yang Mayoritas Muslim. "..Indonesia yang selalu membanggakan diri sebagai negeri dengan penduduk muslim paling banyak di dunia tidak berkutik menghadapi aksi China". Gasss #IndonesiaStandsWithUyghur," cuitnya.
Dukungan dan apresiasi warganet Indonesia terhadap pernyataan Ozil, berbanding dengan warga China yang memprotes keras hal itu. Bahkan berbagai media China menuliskan secara gamblang atas hal itu. Seperti media berita sepak bola terbesar di China dongqiudi.com, yang menuliskan :
"Kebebasan berpendapat punya batasan-batasan tertentu dan seharusnya digunakan untuk menghormati kedaulatan negara serta tidak mencampuri urusan dalam negeri sebuah negara. Seharusnya pula digunakan untuk menentang kekerasan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Komentar Ozil telah melukai perasaan rakyat China dan perbuatan tersebut tidak bisa kami terima. Sebagai media sepak bola dan warga China, kami sangat mengutuk perbuatan tersebut," tulis laman dongqiudi.com.
Peristiwa muslim Uighur mencuat kembali setelah kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para ahli dari luar  mengatakan bahwa ada lebih dari satu juta warga Uighur dan sebagian besar minoritas Muslim lainnya dikumpulkan dalam kamp-kamp di wilayah paling barat China. Dimana, mereka mendapat perlakuan tidak manusiawi dalam kamp tahanan tersebut sejak bertahun lalu.
Walau awalnya China menyangkal bahwa di negaranya ada kamp penahanan yang ramai diperbincangkan oleh dunia. Akhirnya China mengakuinya, tapi menyangkal bahwa lokasi itu bukanlah kamp. Tapi sekolah kejuruan yang memberikan pendidikan dan pelatihan kerja untuk meredam isu ekstremisme.
Tapi, dengan bocornya dokumen rahasia terkait Uighur di November 2019 lalu, sangkalan China semakin menjadi sorotan dunia. Dal dokumen dengan keebalam 403 halaman disebutkan bahwa Presiden China Ci Jinping memerintahkan para pejabat untuk bertindak tanpa belas kasihan terhadap separatisme dan ekstremisme warga Uighur dan minoritas Muslim.
Selain hal itu, seperti dilaporkan The New York Times, dalam dokumen yang bocor itu juga terdapat arahan dan laporan tentang pengawasan dan pengendalian populasi Uighur.
"Dalam pidato tahun 2014 kepada para pejabat yang dibuat setelah gerilyawan dari minoritas Uighur menewaskan 31 orang di sebuah stasiun kereta di China barat daya, Xi menyerukan agar dilakukan perjuangan melawan terorisme, infiltrasi dan separatisme secara habis-habisan menggunakan organ kediktatoran dan tanpa belas kasihan," tulis Times menjelaskan isi pidato Xi, seperti dikutip kembali oleh AFP Senin (18/11/2019) lalu.
Dukungan atas muslim Uighur pun terus bergema, saat banyak dugaan China melakukan berbagai bujuk rayunya kepada media, ormas keagamaan dan pemerintah Indonesia.
@GakNyerahBRO__ :"INI TENTANG KEMANUSIAAN. "Indonesia Stands With Uyghur" Yang Mau Angkat Tagar #IndonesiaStandsWithUyghur. Sila Lambungkan...!!!" cuitnya menambah panjang komentar terkait tagar itu yang kini telah mencapai sekitar 80 ribu kicauan.